1

SALAH JURUSAN?

Pak Anthony. Perkenalkan Pak, nama saya Adam. Saya senang mengikuti talkshow maupun rubrik Bapak. Bahkan saya mengkoleksi tulisan-tulisan Bapak. Saya merasa tertarik dengan bidang yang Bapak bawakan. Dan justru itulah saya merasa bermasalah dan saya beranikan diri menulis, meskipun ini rubrik bisnis. Begini. Saat ini, saya adalah salah satu mahasiswa jurusan teknik, tapi terus terang, saya merasa masih ragu dengan pilihan saya ini. IP terkahir saya sebenarnya lumayan bagus sih, 3.6. Tapi menurut saya, ada sesuatu yang tidak terkembangkan (bakat saya dalam komunikasi, menulis, speaking, dll). Saya senang semua itu. Yang jadi pertanyaan adalah apakah saya salah jurusan? Apakah saya perlu pindah? Lantas, kalau pindah, jurusan apa yang bagus menurut Pak Anthony? Terus terang, saya senang sekali membaca, diskusi, berbicara mengenai topic pengembangan diri, senang memimpin suatu kelompok, dan juga aktif dalam organisasi dan saya juga ingin bekerja di office (misalnya bank).  Ataukah Bp Anthony punya saran lain agar saya tetap di jurusan ini? Saya minta maaf menulis untuk Bapak. Mohon Bp Anthony memberikan pertimbangan mengenai kelebihan dan kekurangan dari keputusan yang akan saya ambil. Terima kasih sebelumnya.

JAWABAN:

Rekan Adam yang baik. Terima kasih untuk emailnya. Saya memahami sekali bagaimana problem yang Anda hadapi dengan jurusan studi Anda saat ini. Memang tidak mudah menjalani sesuatu yang dimana ‘hati kita tidak berada disana’. Tetapi, dalam kasus Anda ada beberapa hal yang menjadi catatan penting:

Pertama-tama, Anda sudah terlanjur masuk ke dalam jurusan tersebut. Hal ini berarti energi waktu serta biaya sudah Anda curahkan. Meskpun, memang selalu akan ada kesempatan untuk mengambil jurusan yang lain, tetapi sebenarnya sayang sekali dengan waktu yang sudah dibuang disini. Lagipula, toh sebenarnya IP Anda tidak jelek-jelek amat, malahan tergolong yang sangat bagus. Artinya, kelihatannya Anda tidak akan punya problem untuk menyelesaikan kuliah di jurusan sekarang. Kalau saja seandainya, Anda keluar saat ini dan mengambil jurusan yang lain, maka berarti harus mulai lagi dari nol dan harus mengorbankan tenaga dan biaya lagi. Mungkin biaya tidak menjadi masalah untukmu, tetapi soal waktu yang telah hilang, sayang sekali kalau harus terbuang.

Sebenarnya, saya menyarankan agar dirimu tetap menyelesaikan jurusan teknik ini dengan sikap yang lebih positif sambil mengembangkan dirimu. Artinya, sambil Anda kuliah, toh seperti yang Anda katakan, Anda bisa terlibat dalam berbagai kegiatan di laur aktivitas akademik kampus yang kamu senangi misalkan jurnalistik, senat ataupun bidang-bidang keorganisasian lainnya. Jadi, dengan demikian, diluar studimu, Anda tetap mengembangkan bakat dan talenta yang lainnya. Tetapi, untuk yang satu ini saya tetap memberikan catatan. Saya menyaksikan banyak mahasiswa yang mengambil terlalu banyak aktivitas di luar, malahan jadi terlalu asyik sehingga studinya terbengkalai. Ini juga tidak bijaksana. Fokuskan pada satu kegiatan yang kamu sukai, tetapi total dan kembangkan diri disana. Ini akan menjadi pengimbang dalam kegiatan akademikmu. Tentunya, disisi lain, tetap berusaha fokus dengan akademik, karena itu akan menjadi ‘kunci’ masukmu ke perusahaan yang akan menerima kamu. Realita masih menunjukkan, jika IPmu baik, peluang dipanggil dan diinterview kerja akan lebih besar. Jadi, nilai akademik masih akan menjadi ‘kunci awal’ nanti bekerja. Meskipun, saya selalu menagatakan, setelah bekerja, maka nilai akademik saja tidaklah cukup. Berbagai aktivitas dan bakat yang kamu kembangkan selama jadi mahasiswa, misalkan kepemimpinan, mengorganisasi kegiatan, kepanitiaan, akan turut membantu karirmu.

Rekan Adam. Bicara soal jurusan. Saya ingin katakan pula bahwa banyak orang yang jurusannya teknik lantas masuk ke bidang-bidang yang berbeda. Banyak perusahaan, termasuk perbankan yang ternyata suka juga mencari orang-orang teknik karena menurut mereka, orang teknik punya keunggulan dalam hal berpikir sistematis dan logika yang baik. Jadi, sekarangpun sudah banyak program-program Management Trainee dimana karyawan baru dari berbagai jurusan akan dilatih dan dirotasi dalam berbagai unit kerja sehingga mereka punya pengetahuan bisnis yang baik. Jadi, meskipun di jurusan teknik pun, peluang untuk bekerja di bidang-bidang non teknik sebenarnya juga masih besar. Disisi lain, saya mengamati pula, mahasiswa-mahasiswa yang berubah pikiran setelah sekian lama masuk ke jurusan tertentu. Di awal-awal karena masih lebih pada konsep dan teori, mereka masih kurang suka. Tetapi, di mata kulaih-mata kuliah terakhir yang sifatnya lebih aplikatif, banyak yang mulai tertarik dengan jurusan dan bidang studinya.

Terakhir, bicara soal motivasi dan mentalitas hidup, saya juga ingin mengingatkan Adam bahwa tidak semua hal yang kita sukai bisa menjadi pilihan kita. Terkadang, kita terpaksa masuk ke dalam sebuah jalur dan kondisi yang tidak kita kehendaki. Tetapi, saat mendapatkan kondisi yang tidak disukai, orang-orang yang sukses mencoba mengmbil dan membuat yang terbaik dari apa yang mereka terima dalam hidup mereka. Misalkan saja kita kenal Julio Iglesias yang sejak awal berminat jadi pemain sepakbola. Itulah impiannya sejak kecil. Tetapi, kenyataan menunjukkan ia tidak akan pernah dapat kesempatan bermain bola karena kondisi fisiknya. Lalu, kemudian ia banting stir, meskipun sempat ‘down’. Pilihannya akhirnya jatuh pada soal tarik suara. Toh, akhirnya dengan semangat dan ketekunannya, ia bisa menjadi salah satu penyanyi yang terkenal. Apapun jurusanmu sekarang, karena toh nilai IP-mu juga masih mendukung, lewati tantangan ini dengan mantap. Jangan melihat-lihat ke belakang. Justru menurut saya, harusnya Anda termotivasi untuk menyelesaikan studi Anda ini secepat-cepatnya. Setelah itu, Anda bisa memilih lanjutan studi ataupun bekerja di bidang yang lebih Anda sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “When live give you a lemon, make a lemonade” (ketika hidup akhirnya memberikan jeruk kepada Anda, buatlah jus jeruk). Jadikanlah pilihan Anda ini sebagai sebuah latihan dan tantangan hidup yang harus dilewati.

Share this article:

You might also like this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CONTACT US

Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun kebutuhan di seputar seminar & training, Anda dapat menghubungi Anthony Dio Martin melalui alamat :

Location HR Excellency
  Address
Jl. Tanah Abang V No.32,
Kompleks Ruko Tanah Abang V, Jakarta Pusat 10160.
  Phone
021-3518505 / 021-3862521 (Hunting)
  Whatsapp
085771221352
  Email
info@hrexcellency.com
admartin@indo.net.id
Master Trainer HR Excellency-MWS International, Speaker, Entrepreneur, Author & Media Personality.